Pergi ke Baitullah
Saat kepergian saya pertama ke Baitullah dalam umrah di tahun 2007, saya berdoa “ingin dikembalikan ke tempat ini berkali-kali”. Doa itu sebenarnya doa biasa yang diucapkan oleh mereka yang berumrah. Saya pun melakukan hal yang sama. Yang berbeda adalah, saya mengucapkan doa tambahan, “tidak sampai membuat orang lain mempertanyakan kepergian saya.” Yang namanya ingin bolak balik ke tanah suci itu, pasti perlu uang yang tidak sedikit. Nah, kan ada saja yang membicarakan kita di belakang saat kita pergi, “daripada dipakai berkali-kali ke tanah suci, kenapa gak dipakai saja uangnya untuk anak yatim”, misalnya. Saya tidak mau seperti itu. Mau berangkat tapi tenang hati. Tidak terpikir saat itu akan jadi pembimbing ibadah haji dan umrah. Tapi, begitulah magnet rezeki. Apa yang dipesan, akan otomatis mencari jalannya. Suatu hari saya ditelepon teman untuk menemani jemaah yang sudah siap berangkat. Karena paspor saya memang sudah siap, tinggal di cap visa dan langsung berangkat. Saat i...